Selasa, 22 Maret 2011

Ilmu Sosial Budaya Dasar pertemuan ke-2

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL 
(MAHLUK POLIKBUDPSIKOL)

A. Manusia Sebagai Mahluk Individu
Manusia lahir sebagai mahluk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis manusia dilahirkan dengan kelengkapan fisik yang tidak berbeda dengan mahluk hewani. Jiwa manusia merupakan satu kesatuan dengan raganya untuk selanjutnya melakukan aktivitas atau kegiatan. Dalam perkembangannya manusia sebagai mahluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jia dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya.
Kepribadian (Personality) adalah unsur-unsur susunan akal dan jiwa, atau ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.
Unsur-unsur kepribadian meliputi:
·         Pengetahuan, merupakan segala sesuatu yang kita ketahui sebagai hasil penggunaan dari panca indra, pengetahuan ini meliputi:
* Persepsi, yaitu penggambaran yang dilakukan oleh manusia berbeda dengan foto, manusia terfokus pada    bagian-bagian khusus.  
* Apersepsi, dari pesrsepsi kemudian diolah oleh akal pikir, digabung dengan penggambaran lama lalu diproyeksikan sebagai penggambaran baru dengan pengertian baru.
* Pengamatan, merupakan pemusatan akal yang lebih intensif.
* Konsep merupakan suatu penggambaran abstrak.
* Fantasi, dalam pengamatan ada penggambaran yang ditambah-tambahkan, dibesarkan, dikurangi, dikecilkan pada bagian-bagian tertentu adapula yang digabungkan penggambaran lain yang dalam kenyataannya tidak ada penggambaran yang realistic. 
·         Perasaan, merupakan suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai keadaan positif atau negative.
·         Dorongan meliputi:
Dorongan untuk :
- mempertahankan hidup
- Seks
- Mencari makan
- Berinteraksi
- Meniru
- Berbakti
- Keindahan

B. Manusia Sebagai Mahluk Sosial 
Manusia sebagai individu tidak mampu hidup sendiri, menurut kodratnya manusia adalah mahluk social atau mahluk bermasyarakat. Manusia sebagai mahluk social karena beberapa alasan, yaitu :
·         Manusia tunduk pada aturan norma social
·         Perilaku manusia mengharapkan penialaian dari orang lain.
·         Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
·         Potensi manusia akan berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah manusia.
Keberadaan sebagai mahluk social, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut:
·         Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
·         Membentuk kelompok-kelompok social
·         Menciptakan norma-norma social sebagai pengaturan tertib kelompok.

C. Manusia Sebagai Mahluk Politik
Sebagai mahluk politik manusia membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya, sehinnga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi social merupakan sebuah keharusan. Dengan politik manusia bias merencanakan dan menyusun startegi dalam bertindak. Karena manusia tidak lepas dari yang namanya politik maka manusia dinamakan sebagai mahluk politik.

D. Manusia Sebagai Mahluk Ekonomi
Sebagai mahluk social dan mahluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari permasalahn ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
Sebagai mahluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dna menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya dengan memerhatikan nilai-nilai agama dan norma-norma social, tidak merugikan orang lain, menggunakan sumber daya alam secara selektif serta memerhatikan kelestarian lingkungan.

E. Manusia Sebagai Mahluk Budaya
Manusia adalah mahluk budaya artinya mahluk yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadailan dan bertanggungjawab. Sebagai mahluk berbudaya, manusia membudayagunakan  akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.
Tujuan dari pemahaman manusia sebagai mahluk berbudaya, agar dapat dijadikan dasar pengetahuan dalam mempertimbangkan dan mensikapi berbagai problematika budaya yang berkembang dimasyarakat sehingga manusia tidak semata-mata merupakan mahluk biologis saja namun juga sebagai mahluk social, ekonomi, politik dan mahluk budaya.


MANUSIA DAN PERMASALAHANNYA

Menurut Soerjono Soekanto masalah social adalah suatu ketidak sesuaian antara unsure-unsur kebudayaan dan masyarakat. Masalah social muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Sebuah masalah dikatakan sebagai masalah social apabila bersangkutan antar hubungan antar manusia dan mengganggu keutuhan masyarakat. Pada dasarnya masalah social manyangkut nilai-nilai social dan moral.
Persoalan masalah social dapat menggunakan pegukuran:
·         Tata kelakuan yang menyimpang
·         Ukuran-ukuran umum segi moral
Kedua pengukuran diatas mempunyai ukuan yang berbeda time and place, yang disesuaikan dengan keadaan masyarakatnya.
Masalah social dapat dirumuskan menjadi:
·         Indeks simple rates, yaitu angka laju gejala-gejala abnormal dalam masyarakat.
·         Conposite indices, yaitu gabungan indeks-indeks dari bermacam-macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lain.

Akibat dari permasalahan diatas akan mengakibatkan social unrest (keresahan sosial), yang meliputi beberapa factor yakni:
·         Factor ekonomis    : kemiskinan, pengangguran
      kemiskinan di ibukota dapat dilihat dari banyaknya pemukiman kumuh dipinggiran sungai, sampai dibawah jembatan yang dijadikan oleh mereka sebagai tempat untuk bermukim.selain daripada kemiskinan, jumlah dari pengangguran semakin marak yang menjadikan ibukota semakin banyak tindak kriminal karena faktor ekonomi. 
·         Factor biologis      : penyakit
·         Factor psikologis   : syaraf, bunuh diri.
·         Factor kebudayaan: perceraian, kejahatan.
Masalah social dapat timbul karena tidak sesuainya norma-norma dan tindakan serta nilai yang ada dimasyarakat. Gejala dan masalah social merupakan ungkapan hasil hubungan beberapa aspek kehidupan social. Untuk dapat memecahkan permasalahan social dapat digunakan melalui pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.












Selasa, 08 Maret 2011

Ilmu Sosial Budaya Dasar

A. Pengertian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya
Sumber dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat (Philosophia), tiga cabang ilmu pengetaguan :
·         Natuaral Science (ilmu-ilmu alam meliputi : fisik, kimia, biologi)
·         Sosial Science (ilmu-ilmu sosila meliputi : sejarah, politik, ekonomi)
·         Humanities (ilmu-ilmu budaya meliputi : bahasa, agama, kesenian)
Ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Ilmu-ilmu social belum mempunyai kaidah-kaidah dan dalil-dalil tetap yang diterima oleh bagian terbesar masyarakat. Sedangkan yang menjadi objeknya adalah masyarakat manusia yang selalu berubah-ubah. Ilmu-ilmu social baru pada tahapan analisis dinamika, artinya baru sampai pada analisis-analisis tentang masyarakat manusia dalam keadaan bergerak. Jadi untuk melihat perbedaan social science dengan natural science dilihat dari objek formanya. artinya objek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu social adalah pusat perhatian.
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai mahluk berbudaya (Homohumanus) dan masalah-masalah yang menyertainya.
B.     Konsep General Education
Pada abad 20 dilakukan penelitian di amerika dan eropa, kesimpulan hasil penelitiannya bahwa system pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian. Menurut Philip H. Phenix (1964:6), enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa:
·         Makna simbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
·         Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris.
·         Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
·         Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dna buruk.
·         Makna synoetics, yaitu kemampuan berpikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah.
·         Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama dan berfilsafat.
Keenam pola makna diatas dikemas dalam bentuk General Educatin (pendidikan umum).  Philip H. Phenix (1963:8) merumuskan tujuan pendidikan umum adalah manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, symbol, isyarat, dapat menerima informasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.
C.    Konsep Pendidikan Umum di Indonesia
Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasional, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintegrasi. Untuk ditingkat perguruan tinggi disebut mata kuliah dasar umum (MKDU) yaitu sekelompok mata kuliah yang memberikan landasan dalam pengembangan dunia spesialisasinya masing-masing. MKDU dirubah menjadi MPK dan MBB. Kedua kelompok bidang studi ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian tujuan utama pendidikan nasional, yaitu membentuk kepribadian utuh melalui proses pembelajaran secara terintegrasi dengan menggunakan pendekatan multi atau interdisipliner, yang dalam konsep di amerika disebut general education. Kompetensi MBB yang dituju adalah agar mahasiswa menguasai kemampuan berpikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual beradab dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap:
a.       Terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat
b.      Terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungannya
D.    Hakekat dan Ruang Lingkup MBB-ISBD
Program studi General Educationdi amerika telah dikolaborasi para ahli pendidikan di Indonesia menjadi sebuah studi atau mata kuliah MKDU (istilah dulu). Kelompok mata kuliah pertama memaut mata kuliah pendidikan pancasila, pendidikan agama dan pendidikan kewiraan nasional, kelompok kedua memuat mata kuliah ISBD, IBD dan IAD. Kedua kelompok tersebut kini menjadi MPK dan MBB. ISBD merupakan paduan atau integrasi dari kajian ISD dan IBD. Sebagai integrasi dari ISD dan IBD, ISBD memiliki kompetensi dasar yakni menjadikan mahasiswa sebagai ilmuan yang professional yakni berfikir kritis, kreatif, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis serta memiliki kepekaan dan empati terhadap solusi pemecahan masalah social dan budaya secara arif. ISBD memberikan dasar-dasar pengetahun social dan konsep-konsep budaya kepada para mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah social, kemanuasian dan budaya secara arif. Seperangkat konsep ISBD ini secara interdisiplin digunakan sebagai alat bagi pendekatan dan pemecahan masalah yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. Dengan demikian, ISBD memberikan alternatif sudut pandang atas pemecahan masalah social budaya di masyarakat.  
E.     Visi, Misi dan Tujuan MBB-ISBD
Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi niali-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat
Misi ISBD
Memberiakan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan mahluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
Tujuan ISBD
1.      Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesedarajatan manusia sebagai individu dan mahluk social dalam kehidupan masyarakat
2.      Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesedarajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat
3.      Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahluk social yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademik dan keahliannya.